Teten Masduki ke Shabela: Perkuat Koperasi dan UMKM karena Persaingan Global Sangat Mengandalkan Inovasi

135

Takengon, tanohgayo.com – Terimbas Pandemi Covid situasi perekonomian dan mempercepat program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) bagi Koperasi dan UKM, Menteri Koperasi dan UKM Republik Indonesia, Teten Masduki berkunjung ke Kabupaten Aceh Tengah, Kamis (17 Juni 2021).

Kunjungan yang itu, guna melihat pengembangan koperasi dan UMKM berbasis ekonomi kreatif di Aceh Tengah. Hal ini guna meningkatkan nilai tambah dan kontribusinya terhadap perekonomian nasional di tengah dampak Pandemi Covid 19.

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengatakan, pihaknya mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah dalam pemberdayaan Koperasi, dan UMKM dalam upaya mengatasi dampak ekonomi pada masa pandemi Covid-19.

Menurutnya, di era teknologi informasi seperti sekarang dan di tengah pandemi Covid-19 saat ini, digitalisasi produk menjadi sangat penting untuk bisa bertahan. Digitalisasi produk juga dinilai penting dalam upaya mendorong UMKM bisa naik kelas.

“Langkah Bupati ini sudah tepat, ke depan kita harus memperkuat Koperasi dan UMKM karena persaingan global sangat mengandalkan inovasi. Untuk itu kita perlu menyiapkan UMKM yang siap bersaing di pasar dalam dan luar negeri. Terlebih pasar dalam negeri kita saat ini terbuka dan diserbu produk luar. Selain mendorong para UKM bisa bertahan ditengah pandemi Covid 19 namun kita juga harus memperkuat kapasitas dan meningkatkan daya saing produk, ” ujar Menkop dan UKM, Teten Masduki.

Teten menegaskan perlunya koperasi kopi diperkuat, karena menyangkut kehidupan masyarakat Gayo yang mayoritas adalah petani kopi.  “Kita akan berupaya membangun kelembagaan Kopi Gayo agar lebih baik lagi, kami ingin memperkuat koperasi di dataran tinggi Gayo ini,” kata Tetetn.

Bupati Shabela Abubakar dalam obrolan santai menyampaikan, pemberdayaan Koperasi sangat berdampak baik pada para petani kopi yang merupakan komuditi unggulan Aceh Tengah.

Meskipun beragam upaya telah dilakukan dan sudah berjalan di Kabupaten Aceh Tengah namun masih butuh pendampingan dan perhatian lebih dari Bapak Menteri sehingga menjadi lebih fokus dan terarah.

Pihaknya berharap semoga ke depan akan ada konsep pendampingan dari Kementerian yang akan dapat memayungi semua UMKM yang ada. “Lebih lanjut kita Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah akan lebih gencar melakukan konsolidasi kepada Kementerian. Karena, Kami tidak akan mampu berjalan sendiri, namun harus didampingi oleh pihak terkait agar dapat bekerja bersama sama berkonsolidasi dan saling berkoordinasi untuk tujuan semakin baik di masa-masa yang akan datang,” ujar Bupati Shabela.

Selain sebagai upaya untuk mendorong pola kemitraan Koperasi dan UMKM serta melihat secara langsung pemanfaatan dana bergulir LPDB yang akan difokuskan pada koperasi dan usaha sektor rill.

Teten Masduki bergerak menuju Koperasi Baitul Qiradh Baburayan dan Koperasi Gayo Mitra jaya untuk meninjau langsung dan melihat peluang pemasaran kopi dan tembakau Gayo ke pasar lokal maupun global agar dapat terbuka lebih lebar.

Koperasi Baburayyan adalah salah satu koperasi yang sudah cukup lama berdiri. Dalam perkembangannya sudah bisa memasarkan sendiri produk Kopi Gayo, Koperasi BQ Baburrayyan memiliki 1 (satu) kantor pusat yang terletak di Aceh Tengah, dan mengelola lahan pertanian biji kopi kurang lebih seluas 11.000 Ha.

Koperasi BQ Baburrayyan merupakan satu satunya koperasi kopi yang memiliki direct access atau pengiriman langsung kepada Starbucks International tanpa melalui perantara atau pihak ketiga.

“Kita patut bersyukur pada masa pandemi Covid-19, sejumlah koperasi turut mendukung Pemerintah daerah membantu petani. Berdasarkan data dari Disperindagkop Aceh Tengah jumlah koperasi sebanyak 391 dengan berbagai jenis dan koperasi aktif sebanyak 224 koperasi dan tidak aktif 167 Koperasi,” jelas Bupati Shabela Abubakar.

Koperasi di Aceh Tengah yang bergerak di bidang perdagangan kopi dan ekspor berjumlah 19 koperasi. Koperasi yang mendapatkan dana LPDB sebanyak 3 koperasi yaitu KSU Sara Ate Rp. 500 Juta tahun 2015, Koperasi KBQ Baburrayyan Rp. 10 Milyar tahun 2020/2021 dan Koperasi Produsen Arinagata Rp. 1 Milyar 250 Juta pada tahun 2021,” terangnya lebih lanjut.

Teten secara simbolis melepas konteiner ekspor Kopi Gayo dari Koperasi BQ Baburayyan ke USA dan Eropa dengan jumlah total sebanyak 18 lot atau 18 kontainer biji kopi.  “Hari ini saya melihat, Koperasi Baitul Qiradh Baburayyan sudah mendekati konsep ideal koperasi, jadi pembeli pada petani, menjadi konsolidator, lalu punya mesin pengolahan sendiri, dan langsung terhubung ke buyer. Pesan kami pada LPDB dengan dukungan Pemerintah Daerah, ini sangat layak untuk kita besarkan lagi,” kata Teten Masduki.

Kehadiran Menteri didampingi istri Suzana Ramadhani, serta Staf Khusus Menteri Riza Damanik dan Direktur Utama LPDB Koperasi Usaha Mikro dan Menengah Supomo, Asisten Deputi Pengembangan dan Pembaharuan Koperasi Bagus Rahman, Direktur Bisnis LPDB Krisdianto beserta rombongan, disambut langsung oleh Bupati Aceh Tengah Shabela Abubakar bersama Ketua TP-PKK Puan Ratna serta anggota Forkompinda dan para Kepala OPD, berlangsung di Komplek Pendopo Bupati Aceh Tengah.

Sebelumnya, Teten dan rombongan disambut hangat dengan penyematan Upuh Ulen-ulen sebagai ungkapan penghormatan. Suguhan tari Munalo mengiringi langkah Menteri dan rombongan memasuki Pendopo Bupati Aceh Tengah.

Dilanjutkan prosesi ritual penyambutan pemimpin negeri dan warga kehormatan masyarakat Gayo Kabupaten  Aceh Tengah, dan penyerahan tanda warga kehormatan yang diserahkan oleh Bupati Aceh Tengah pada Bapak Menteri Koperasi dan UKM RI. (WR)