Home Aparatur UMKM Aceh Bersatu Lawan Pandemi

UMKM Aceh Bersatu Lawan Pandemi

120
Instalasi penyulingan sereh wangi untuk minyak olahan produk UMKM Aceh masih perlu sentuhan teknologi/Foto M Rizal

Banda Aceh, Tanohgayo.com – Masa pandemi dinilai perlu ada terobosan pusat terkait dukungan Usaha Mikro Kecil dan Menengah UMKM, sehingga mendorong ekonomi  daerah, terutama manfaat bantuan modal usaha dan peralatan.

Hal ini diungkapkan Ismuha M Hasan, praktisi UMKM Aceh Rabu di Banda Aceh(30/12).

“Namun yang kita harapkan ke depan, UMKM ini dibantu dalam hal prasarana dan promosi, artinya kalau ini berjalan dengan baik ekosistem terkait pasar, pemasaran produk diharapkan akan terus meningkat,”ungkap Ismuha.

Menurutnya, jngan sampai publik nasional hanya tau, produk UMKM Aceh itu peci dan rencong semata, sementara produk kuliner lainnya yang khas dan layak bersaing kurang digaungkan secara lebih masif.

Kalangan Muda dan Digitalisasi UMKM

Ismuha menilai Indonesia cukup memberi ruang, mendorong potensi digitalisasi UMKM dan cukup mendapat apresiasi skala nasional.

“Hanya saja ada hal yang terputus (missing link), bahwa produsen UMKM bukan sekedar soal marketing, marketing ini hari ini dikelola oleh anak-anak muda, jadi strateginya kita bagi , produsen menyiapkan produk berkualitas untuk pasar, tapi pemasarannya oleh anak muda yang cukup agresif yang dikaitkan dengan pemanfatan potensi digital kita, sehingga kolaborasi ini mewujudkan program digitalisasi UMKM lebih kompetitif, masif, dan tepat sasaran( sesuai target pasar),”pungkas Ismuha.

Ia berharap lahir netizen muda yang jadi duta-duta marketing yang menjual produk-produk UMKM melalui online sekaligus mempromosikan berbagai potensi dan peluang investasi daerah.

Stimulus UMKM

Sedikitnya 200 ribu UMKM Aceh ikut terdampak pandemi, otoritas pemerintah menempuh langkah-langkah penyelamatan dan berharap secara ekonomi pelaku UMKM mampu bertahan dan lebih bangkit masa pandemi.

Sejak diluncurkan Agustus 2020 lalu, Indonesia rencananya akan memberikan bantuan produktif kepada pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) kepada sekitar 12 juta pelaku UMKM , dengan total bantuan sebesar Rp 22 triliun. Langkah itu bertujuan sebagai stimulus dan membantu perekonomian pelaku UMKM yang terdampak Covid-19.

#PakaiMasker #JagaJarak #CuciTanganPakaiSabun adalah perilaku kunci minimalkan risiko tertular COVID-19. Disiplinkan diri, ingatkan orang lain. covid19.go.id