Zona Hijau, Spirit Aceh Tekan Kasus Corona

116
Lindungi jurnalis dan narasumber, Prokes Aceh Tengah dinilai cukup konsisten jadi model wilayah lain./Foto. Agus RB

Banda Aceh, Tanohgayo.com – Inginkan Zona hijau dinilai jadi tujuan semua wilayah , namun perlu kolaborasi otoritas lokal dan masyarakat yang lebih masif jika ingin mewujudkannya guna menekan kasus Corona, terutama kabupaten kota di provinsi Aceh.

Hal itu dikatakan Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Aceh Saifullah A. Gani (SAG) baru-baru ini di Banda Aceh.

“Ini kita lakukan, termasuk selalu mengulang-ngulang hal yang sama walau terkesan membosankan sejak maret 2020 lalu, yakni tim satgas Covid-19 kabupaten kota diminta konsisten menggencarkan tracing masif, testing dan yang sakit segera ditangaani, treatment (3T) yang menjadi tanggung jawab tim Satgas Covid kabupaten kota,”jelas SAG.

Menurut SAG, masyarakat harus mendukung pelaksanaan 3T itu, jangan menolak diswab dan melakukan tes polymerase chain reaction (PCR).

“Ada kebijakan  provinsi bahwa kabupaten kota secara reguler mengirim sampel PCR ke provinsi supaya Aceh mencapai standar WHO dalam testing kasus, tetapi tidak terpenuhi standar itu. Kesulitannya apa, karena masyarakat tidak mau diswab , alih-alih yang sehat yang sakit pun atau yang kontak erat mereka menghindari diswab , ini 3T belum optimal jika tidak ada dukungan masyarakat,”imbuh SAG.

Dan yang tak kalah penting, tambah SAG  masyarakat sendiri harus konsisten menerapkan disiplin 3M.

“Cuci tangan, maskeran dan jaga jarak hindari kerumunan 3M, jangan sampai terjaring operasi karena itu cermin diri abainya kita terhadap menjaga melindungi kesehatan sesama kita,” pungkas SAG.

Analis mengatakan, dengan disiplin 3M warga menjaga warga sebuah wilayah, baik kabupaten kota dan provinsi, menjaga melindungi orang lain bukan hanya untuk menjaga diri sendiri.

Gubernur Minta Lebih Waspada

Sebelumnya, Gubernur Aceh Nova Iriansyah dikutip Antara mengingatkan kepada masyarakat Aceh agar tidak menganggap kalau pendemi COVID-19 sudah berakhir di Indonesia, khusus di tanah rencong.

“Kita jangan beranggapan bahwa COVID-19 sudah selesai, bahkan dibeberapa bagian dunia sudah ada varian baru,” kata Nova Iriansyah di Banda Aceh, baru-baru ini.

Karena itu, Nova meminta tetap selalu menjaga dan menerapkan protokol kesehatan (Prokes) sesuai anjuran dari pemerintah, memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak hindari kerumunan.

Zona Merah Meningkat

Skala nasional, perkembangan peta zonasi risiko tingkat kabupaten/kota pekan ini masih menjadi catatan. Pasalnya terjadi peningkatan beberapa daerah yang masuk dalam zona merah.

“Pada Minggu ini terjadi peningkatan yang cukup tinggi pada zona risiko tinggi. Jika pada minggu sebelumnya (zona merah) terdapat 60 kabupaten/kota, pada minggu ini angkanya bertambah menjadi 76 kabupaten/kota,” jelas Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito dikutip dari situs resmi Satgas COVID-19, Rabu(30/12)

Meskipun daerah zona oranye atau risiko sedang menurun dari 378 pekan lalu menjadi 377 pekan ini, Prof Wiku menyayangkan zona kuning atau daerah risiko rendah berkurang jumlahnya. Dari Minggu sebelumnya 64, pekan ini menjadi 48 kabupaten/kota. Sementara jumlah zona hijau masih di 8 daerah.

Prof Wiku mengatakan meningkatnya zona merah perlu menjadi bahan evaluasi untuk masing-masing daerah. Jika dilihat sejak Minggu pertama November, angka cenderung meningkat. Hal ini selaras dengan peningkatan kasus aktif, kasus positif dan kasus meninggal.

Jika melihat lebih rinci pada awal November, jumlah zona merah yang hanya berjumlah 19 dari 314 kabupaten/kota, pekan ini angkanya meningkat drastis menjadi 76 kabupaten/kota. (Agus Rahmad B).

#PakaiMasker #JagaJarak #CuciTanganPakaiSabun adalah perilaku kunci minimalkan risiko tertular COVID-19. Disiplinkan diri, ingatkan orang lain. covid19.go.id