Home Aparatur Seluas 45 Hektare Lahan di Aceh Tengah Ditanami Bawang Merah

Seluas 45 Hektare Lahan di Aceh Tengah Ditanami Bawang Merah

36

Takengon, tanohgayo.com – Tahun 2020, lahan yang ditanami bawang merah varietas Batu Ijo, bibit dari bantuan Pemerintah Aceh untuk masyarakat Aceh Tengah ditanam di luas lahan 45 hektar.

Produksi bawang merah Aceh baru mencapai 8.668 Ton, masih belum bisa memenuhi kebutuhan konsumsi sebesar 17.942 Ton. “Tahun ini bawang merah kita tanam di Kecamatan Lut Tawar dan Bintang dan kita harapkan tahun depan dapat ditambah dan ditanam di kecamatan yang lain,” kata Nasrun.

Hal tersebut diungkap Kepala Dinas Pertanian Aceh Tengah, Ir Nasrun Liwanza disaat Panen Perdana Bawang Merah di Kawasan Pedemun One One Kecamatan Lut Tawar, Sabtu (19 September 2020).

Selanjutnya dalam sambutan tertulis, Kadis Pertanian dan Perkebunan Aceh yang diwakili Kepala Bidang Hortikultura, Fahrul Razi menyampaikan bahwa produksi bawang merah masih belum bisa memenuhi kebutuhan konsumsi. “Masih terjadi kekurangan 9.244 Ton, dengan demikian Aceh Tengah sebagai salah satu kawasan produksi bawang merah diharapkan mampu menyuplai komoditas ini di Aceh, baik bawang konsumsi maupun sebagai sumber benih,” ujar Fahrul.

Sementara itu Bupati Aceh Tengah, Shabela Abubakar yang mengikuti kegiatan panen tersebut menyatakan pihaknya telah menetapkan kawasan pengembangan hortikultura, salah satunya pengembangan bawang merah di sekitar Danau Lut Tawar.

“Kita sudah memiliki varietas lokal Bawang Merah Gayo yang dilepas tahun lalu dengan keunggulan memiliki aroma yang lebih tajam, cepat panen dan produktifitas tinggi,” lanjutnya.

Shabela berharap Aceh Tengah mampu secara mandiri memproduksi bibit dan tidak lagi mendatangkan dari luar. “Mendatangkan bibit dari luar akan memerlukan biaya yang besar sehingga Dinas Pertanian kami minta membina penangkar agar memproduksi bibit unggul berlabel dalam memenuhi kebutuhan lokal dan daerah lain, kata Shabela.

Shabela meminta kelompok tani untuk menerapkan teknologi yang ramah lingkungan dengan menggunakan pupuk organik baik padat maupun cair serta pestisida nabati yang mudah terurai. “Jangan menggunakan bahan kimia yang dapat berdampak bagi kesehatan, baik manusia maupun lingkungan, apalagi kawasan ini terletak di pinggir Danau Lut Tawar,” tutup Shabela.

Dalam kesempatan tersebut Shabela turut menyerahkan bantuan kendaraan operasional roda tiga dari Kementerian Pertanian serta bantuan bibit bagi kelompok tani. (AG)