ILO: Terapkan K3, Lebih 22 Ribu Pekerja Optimistis Ekonomi RI Lebih Kuat

68
Direktur ILO untuk RI dan Timor-Leste Michiko Miyamoto (tengah) dan sejumlah diplomat terkemuka./dok ILO

 

Organisasi Perburuhan Internasional (ILO), Kementerian Ketenagakerjaan dan Pemerintah Jepang bergabung untuk mengetahui kondisi kerja dan bisnis yang terkena dampak pandemi COVID-19 melalui sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja (K3) yang tangguh.

 

Jakarta, tanohgayo.com – Program prioritas kemitraan salah satunya Membangun ketangguhan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) melibatkan lebih dari 1.500 tempat kerja dan 22.000 pekerja di Indonesia.

Pandemi COVID-19 telah memicu salah satu krisis pasar tenaga kerja terburuk yang mempengaruhi sekitar 29 juta pekerja di Indonesia pada Agustus 2020. Angka ini menambah situasi pelik untuk sekitar 7 juta pencari kerja yang masih sulit mendapatkan pekerjaan, di mana 2,6 juta pekerja turut kehilangan pekerjaan dan 24 juta lainnya mengalami penurunan jam kerja dan upah sebagai imbas pandemi.

Kemitraan strategis

Organisasi Perburuhan Internasional (ILO), dengan Kementerian Ketenagakerjaan dan Pemerintah Jepang, telah bergabung dalam situasi penerapan dengan memperkuat sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di tingkat perusahaan untuk memastikan terwujudnya bisnis dan perlindungan pekerja. Tujuan lainnya adalah untuk membangun budaya K3 yang positif demi terciptanya lingkungan kerja yang aman dan sehat secara nasional.

Guna menyampaikan capaian konkrit dari rangkaian kegiatan bersama ketiga tersebut pada Selasa, 20 September yang bertempat di Jakarta. Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah, Menteri dan Wakil Kepala Misi Kedutaan Besar Jepang, Masami Tamura dan Direktur ILO untuk Indonesia dan Timor-Leste, Michiko Miyamoto secara resmi membuka acara penutupan yang terdiri dari rangkaian acara talk show K3, pameran dan hasil proyek kepada Pemerintah Indonesia .

Rangkaian acara ini akan dilaksanakan selama hari hingga 22 September 2022 sekaligus setelah penutupan proyek ILO bertajuk tiga peningkatan pencegahan COVID-19 di dan melalui Tempat Kerja, yang bertujuan untuk meningkatkan langkah-langkah pencegahan COVID-19 di tempat kerja di tengah pandemi yang akan memfasilitasi pembukaan kembali bisnis, kelanjutan dan ekspansi.

Platform advokasi

Proyek senilai 1,6 juta dolar AS yang mendanai Pemerintah Jepang ini telah memperkuat sistem manajemen K3 kepada sebanyak 1.521 tempat kerja dan telah menjangkau 22.154 pekerja. Juga bekerja sebagai platform advokasi untuk pemahaman, kesadaran, dan tindakan K3 yang lebih baik, proyek ini telah menjangkau 15.218 orang di Indonesia.

Ida Fauziyah, Menteri Ketenagakerjaan, pemajuan penting prinsip dan budaya K3 agar Indonesia lebih tangguh dalam menghadapi krisis di masa depan seperti pandemi COVID-19 saat ini.

“Investasi keselamatan dan kesehatan kerja berdampak langsung pada produktivitas perusahaan, mengurangi kecelakaan di tempat kerja, dan meningkatkan citra perusahaan dan secara bersama-sama meningkatkan ketahanan ekonomi. Dengan proyek yang berkolaborasi dengan banyak mitra dan pemangku kepentingan yang berbeda, ini telah menunjukkan pentingnya dan kegunaan proyek untuk mendukung berbagai kebutuhan K3 dari berbagai sektor,” kata Ida Fauziyah, Menteri Ketenagakerjaan.

Kolaborasi pulihkan ekonomi

Selain itu, proyek ini juga mempertemukan mitra kerja utama seperti antara lain konfederasi serikat pekerja, Perhimpunan Dokter Kesehatan Kerja Indonesia (IDKI), Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO), Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN), Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) . Proyek ini juga bekerja sama dengan jurnalistik organisasi untuk meningkatkan kesadaran tentang pentingnya K3 dalam mendukung pertumbuhan ekonomi bangsa.

Ketika kita melihat ke belakang dan melihat ke depan, kita juga harus mengingat bahwa ini adalah bagian dari perjalanan pemerintah, perusahaan, pekerja, dan generasi muda untuk menentukan keselamatan masa depan dan investasi untuk bisnis dan masyarakat secara keseluruhan. dengan terus berupaya mengembangkan pendekatan baru untuk mengatasi tantangan dan kebutuhan keselamatan dan kesehatan kerja,” tegas Michiko Miyamoto, Direktur ILO untuk Indonesia dan Timor-Leste.

Apresiasi serupa diberikan oleh Menteri dan Wakil Kepala Misi dari Kedutaan Besar Jepang, Masami Tamura, “Dengan demikian, kami telah berhasil meningkatkan kapasitas tempat kerja dengan memperkuat langkah-langkah pencegahan COVID-19 di tempat kerja dan perlindungan pekerjaan bagi perusahaan-perusahaan di Indonesia . Kami berharap banyak kegiatan yang dilakukan di bawah proyek ini akan meluas ke masa depan.” (rel)