Bupati Shabela Berharap Jejak PDRI Di Gayo, Landasan “Takengon Kota Pusaka”

152

Takengon – Berangkat dari keseriusan Bupati Aceh Tengah Drs, Shabela Abubakar, mewujudkan Takengon sebagai Kota Pusaka, sebagaimana pernah diungkapkannya dalam kegiatan Diskusi Bersinergi Melawan Hoaks Demi Damai Di Bumi Pertiwi yang diselenggarakan oleh Kemenkominfo RI pada 24 Agustus 2019 silam.

“Kami sedang memperjuangkan Kota Takengon ditetapkan sebagai Kota Pusaka, karena sebelumnya pernah menjadi pusat Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) dan Syafruddin Prawira Negara sebagai Presiden Darurat tersebut pernah berada di Aceh Tengah membawa Radio Rimba Raya” Ungkap Shabela Abubakar usai kembali dari Pekan Tilawatil Quran (PTQ) Nasional RRI Emas ke 50 di Mataram NTB.

Sejalan dengan digelarnya Pekan Tilawatil Qur’an (PTQ) RRI Tingkat Nasional Ke-52 Tahun 2022 di Takengon Aceh Tengah, panitia pelaksana Bidang Seminar PTQ RRI Ke-52, menyelenggarakan Seminar Nasional Bertajuk “Eksistensi Republik Indonesia Di Tangan Mr. Syafruddin Prawira Negara” Presiden ke Dua RI yang terlupakan.

Membuka dengan resmi seminar tersebut, Bupati Aceh Tengah, menyampaikan Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah berupaya menggali dan menyeminarkan sejarah perjuangan Republik Indonesia dan peran besar masyarakat Aceh pada perjuangan mempertahankan kemerdekaan RI dari tangan penjajah terutama pada Agresi Militer Belanda II 19 Desember 1948, serta berdirinya PDRI (Pemerintah Darurat Republik Indonesia) di bawah kepemimpinan Mr. Syafruddin Prawira Negara, ketika pemerintahan Republik Indonesia di Yogyakarta jatuh ke tangan Belanda.

“Seminar ini merupakan napaktilas dari sebuah perjalanan sejarah yang harus kita telusuri berdasarkan dalil-dalil yang kuat, sebagai dasar keabsahan dan kebenaran dari cerita para pendahulu, melaluli kajian- kajian ilmiah dan penelitian serta melibatkan akademisi, tokoh – tokoh pemerhati sejarah yang mengkaji keberadaan Presiden Darurat RI tersebut”, Jelasnya.

Lebih lanjut Bupati menyampaikan, tujuan dari Seminar Nasional ini adalah, agar Ada pengakuan pemerintah atas perjuangan MR. Syafruddin Prawira Negara di Aceh Tengah, memperkuat dan mempertajam kajian sejarah terkait perjuangan nya, serta kiranya dapat menjadi dasar ditetapkanya Kabupaten Aceh Tengah sebagai Kota Pusaka.

“Kita harapkan seminar yang kita lakukan hari ini dapat membahas lebih mendalam lagi tentang sejarah perjuangan MR. Syafruddin Prawira Negara di Aceh Tengah, mengingat banyak hal baru yang harus kita gali kembali untuk keabsahan nya di kemudian hari”, Pungkas Bupati Shabela Abubakar.

Diikuti oleh 140 peserta yang terdiri dari, Unsur RRI Pusat, Korwil RRI se-Indonesia, Kasatker RRI se-Indonesia, Veteran RI Takengon, Tokoh Masyarakat, para Akademisi, perwakilan Organisasi Masyarakat, OKP, Organisasi Wanita, Wartawan, OPD, Keterwakilan, Kementerian Agama serta Tokoh Masyarakat dari Kampung Remesen (Dusun Jamur Barat) Kecamatan Silih Nara yang disinyalir pernah menjadi tempat persinggahan MR. Syafruddin Prawira Negara Presiden Darurat RI.

Dipercaya sebagai Narasumber, diantaranya Dr. Anhar Gonggong, MA selaku sejarawan Nasional yang ikut secara virtual, Prof. Dr. Taufik Abdullah sejarawan Nasional, dan juga mantan Ketua LIPI, serta Prof. Dr. M. Dien Majid Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, selanjutnya juga turut didukung oleh Ir. Tagore Abubakar, dan Drs. Ibnu Hajar Lut Tawar selaku Budayawan dan Tokoh Masyarakat dari Dataran Tinggi Tanoh Gayo. (PR/SF)