Do’akan Pahlawan Terutama Ulama, Kiai dan Santri

47

Redelong, tanohgayo.com– Plt. Bupati Bener Meriah Dailami menerangkan santri siaga jiwa raga adalah bentuk pernyataan agar selalu siap siaga menyerahkan jiwa dan raga untuk membela tanah air. Mempertahankan persatuan Indonesia, mewujudkan perdamaian dunia.

“Jadi Siaga Jiwa Raga merupakan komitmen seumur hidup santri yang terbentuk dari tradisi pasantren yang tidak hanya mengajarkan kepada santri-santrinya tentang ilmu dan akhlak, melainkan juga Tazkiyatul Nafs, yaitu mensucikan jiwa dengan cara digembleng melalui berbagai’tirakat’ lahir dan batin yang diamalkan dalam kehidupan sehari-hari,” terang Dailami.

Hal tersebut dipaparkan Dailami saat peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1443 H dan peringatan Hari Santri Tahun 2021, di Masjid Nur Nabawi yang terletak di Komplek Perkantoran Serule Kayu. Pada tahun ini Hari Santri mengambil tema “Santri Siaga Jiwa Raga”, Selasa (26-10-2021).

Penetapan Tanggal 22 Oktober sebagai Hari Santri merujuk pada tercetusnya Resolusi Jihat yang berisi fatwa kewajiban berjihat demi memlertahankan kemerdekaan Indonesia. “Resolusi jihat ini kemudian melahirkan heroik Tanggal 10 November 1945 yang kita peringati sebagai Hari Pahlawan,” kata Dailami.

Momen peringatan hari santri tahun ini, mengajak bersama-sama mendoakan para pahlawan terutama dari kalangan ulama, kiai, santri yang telah syahid di medan perang demi kemasyalahatan bangsa dan agama. Semoga arwah para pahlawan bangsa ditempatkan yang terbaik di sisi ALLAH SWT.

Pantauan di halaman Masjid Nur Nabawi usai kegiatan seremonial acara kembali dilanjutkan dengan penyerahan piagam penghargaan kepada pimpinan dayah yang telah menyerahkan santri dan santriwati dalam mengikuti Musabaqah Muhapazah Qiratul Qutub Tahun 2021, dan pemberian kaligrafi dari putra dan putri Bener Meriah yang berhasil meraih juara pada MQK Tingkat Provinsi Aceh.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1443 H dan peringatan hari santri Tahun 2021 tersebut di tutup dengan penampilan atraksi beladiri silat dan bik bok dari santri dan santriwati Pasantren Semayun Nusantara. (SP/Ag)