Harga Kopi Anjlok, Shabela: Kegelisahan Saudara, Kegelisahan Kami

205
Shabela Abubakar Bupati Aceh Tengah

Takengon, tanohgayo.com- Shabela Abubakar menyatakan keprihatinannya terhadap petani kopi di Aceh Tengah. Dimana harga kopi sangat anjlok akibat penyebaran virus Corona. Wabah tersebut telah menyebabkan sulitnya perekonomian masyarakat karena adanya kebijakan Social Distancing dan Physical Distancing untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona.

Meski pemerintah telah menyediakan dana stimulus, namun hal itu belum dapat banyak membantu masyarakat khususnya petani kopi. “Dana stimulus itu untuk pedagang, perbengkelan, UMKM bukan perseorangan. Petani tetap petani, itu yang bikin saya sedih,” kata Shabela, Senin (13/4/2020).

Dihadapan petani dan pelaku usaha kopi, Shabela juga menyatakan “Kegelisahan saudara, kegelisahan kami, jangan anggan kami tidak bekerja,” ujarnya.

Untuk membantu  petani kopi, Shabela berharap pihak perbankan dapat memberikan bantuan kredit melalui koperasi. Dimana koperasi, eksportir kopi juga mengalami kesulitan karena adanya penundaan pengiriman kopi sehingga pembayaran dari buyer tidak dapat dilakukan. Dengan bantuan perbankan dapat menambah modal koperasi untuk menampung kopi dari petani.

Meski adanya saran agar pemda mengoptimal badan usaha milik daerah (BUMD), Bupati belum dapat menyetujuinya karena BUMD PD. Tanoh Gayo belum berpengalaman di bidang eksportir kopi. “Lebih aman melalui Sistem Resi Gudang,” katanya.

Selain melalui koperasi, dan Sistem resi gudang, Shabela akan berupaya melalui dana pemerintah. “Kita akan mencari payung hukum, apa bisa dilakukan pergeseran dari anggaran daerah untuk modal usaha. Setelah ini (covid 19) akan luar biasa pemerikasan,” ungkap Shabela usai memimpin rapat dengan stakholder terkait anjloknya harga kopi saat ini.

Shabela juga mendorong petani untuk memasukan kopi ke SRG. Sesuai daya tampung masih dimungkinkan serta kopi yang dimasukan sesuai ketentuan. Soal pendanaan SRG sudah ada pihak perbankan dan Bank Aceh juga sedang mengupayakan sebagai produk baru ke OJK.

“Tidak sulit berhubungan ke Bappeti, Kita akan cari koperasi yang sehat sebagai pengelola RSG milik pemerintah,” kata Shabela. (wyra)