Bupati Aceh Tengah Tolak Penundaan PORA XIV Pidie

102

Tanohgayo.com, TAKENGON – Bupati Aceh Tengah, Shabela Abubakar menolak penundaan pelaksanaan Pekan Olahraga Aceh (PORA) XIV di Pidie Tahun 2022.

“Pun demikian, kita masih menunggu keputusan dari Penjabat (PJ) Gubernur Aceh, Achmad Marzuki, karena intinya yang dapat memutuskan penundaan pelaksanaan PORA ini adalah Gubenur Aceh,” ungkap Shabela, yang saat ini berada di Ibu Kota Negara, Jakarta, Rabu (14/09/2022).

Apabila penundaan tersebut tetap dilaksanakan, sangat berdampak langsung pada para atlet, dan juga berimbas bada kondisi keuangan kabupaten/kota.

Semua daerah saat ini rata-rata sedang mempersiapkan diri menuju digelarnya event olah raga empat tahunan di Aceh tersebut.

Sejauh ini para atlet Kabupaten Aceh Tengah telah mempersiapkan diri dan melakukan latihan yang intensif secara sungguh-sungguh dan terus menerus.

Apabila PORA ditunda tentunya upaya ini menjadi sia-sia, dan tentunya sangat disayangkan serta mengecewakan atlet, pelatih, ataupun cabang olahraga yang sudah mempersiapkan diri sedari jauh-jauh hari.

Baca: KONI Aceh Tengah Mengaku Kecewa Jika PORA XIV Pidie Ditunda – ruangbaca.co

“Jika PORA ditunda, tidak hanya berdampak pada para atlet, tetapi juga berdampak pada anggaran daerah. Secara otomatis ketika kita telah mengusulkan anggaran untuk persiapan PORA, entah itu untuk persiapan latihan, membeli peralatan, dan yang lain sebagainya, selanjutnya pelaksanaanya ditunda, tentunya ini sangat mengecewakan semua pihak,” ulasnya lagi.

Bupati menyatakan harapan penundaan ini tidak terjadi. Selain itu juga, terkait pendanaan, sepertinya sama dengan Kabupaten Aceh Tengah.

“Semua daerah lain di Aceh pasti juga sudah menganggarkan biaya untuk persiapan PORA 2022 ini, rasanya berat kalau nanti akan ditunda apa lagi hingga Juni 2023 mendatang,” pungkas Bupati Aceh Tengah Shabela Abubakar.

Pemerintah Kabupaten Pidie meminta pelaksanaan Pekan Olahraga Aceh (PORA) ke XIV tahun 2022 yang direncanakan berlangsung November 2022.

Wacananya akan ditunda penyelenggaraannya, tidak tangung-tangung penundaan tersebut molor sampai 7 Bulan, tepatnya hingga Juni tahun 2023 mendatang. (Wyra)