KONI Aceh Tengah Mengaku Kecewa Jika PORA XIV Pidie Ditunda

118

tanohgayo.com, TAKENGON | Wacana penundaan pelaksanaan Pekan Olahraga Aceh (PORA) XIV 2022 di Pidie mendapat penolakan dari Pengurus Komite Nasional Indonesia (KONI) Aceh Tengah.

Alasan penundaan disebut karena masih banyaknya sarana dan prasarana yang belum rampung dikerjakan sehingga kegiatan tersebut ditunda hingga Juni 2023.

Koni Aceh Tengah mengaku keberatan dan kecewa jika PORA yang dijadwalkan pada November 2022 ditunda.

“Tiba-tiba ada pengunduran sepihak, kan tidak bisa seperti itu. Tentu harus dibicarakan dulu dengan semua daerah dan KONI Aceh,” kata Djumhur Ketua KONI Aceh Tengah, Selasa (13/9/2022).

Bukan tanpa alasan, kata Djumhur, semua daerah sudah menganggarkan untuk pelaksanaan PORA. Biaya tersebut juga bisa dikatakan diambil dari uang rakyat.

Pasalnya jika PORA XIV 2022 itu ditunda, tentu ada kegiatan lain yang agar beradu jika pelaksanaan PORA dilakukan pada Juni 2023 nanti.

Selain itu, ia menakutkan akan terjadi double anggaran seperti, sudah melakukan try out dan kejuaraan daerah (Kejurda).

“Ke depan kita juga melakukan hal yang sama lagi. Inikan menimbulkan pertanyaan dari berbagai pihak,” ujarnya.

Oleh karena itu, pihaknya tidak setuju dengan permintaan tuan rumah untuk menunda PORA XIV itu.

Ia mengatakan, setiap cabang olahraga (Cabor) juga memiliki agenda masing-masing seperti kejuaraan nasional (Kejurnas).

Selain melakukan persiapan untuk Kejurnas, setiap cabor juga saat ini sedang melakukan persiapan uji coba atau untuk persiapan pelaksanaan PORA, dan hal itu juga menyita waktu.

Setiap cabor juga saat ini sedang melakukan persiapan PON 2024 nanti. Ia kurang sependapat jika PORA itu dimundurkan lantaran, Pemkab Pidie sebelumnya sudah berjanji dan mengaku siap melaksanakan PORA di kabupatennya.

Namun ia menyayangkan, saat mendekati acara, PORA tersebut diminta untuk ditunda ke 2023. Sebab, persiapan itu jika dilihat selama empat tahun lamanya. Hal itu menandakan, kurangnya tanggung jawab dari Pemkab Pidie.

“Menurut kami itu nggak bagus untuk olahraga kalau nggak tanggung jawab. selain itu Pemerintah Aceh melalui Dispora Aceh sudah menggelontorkan dana untuk Pidie. Jadi nggak ada alasan kalau nggak siap,” ujarnya.

“Saya anggap mereka main-main, seperti tidak serius dalam menangani kegiatan sebesar ini untuk Aceh. Sebab, jika PORA Pidie nanti juga menimbulkan multi efek yang banyak jika jadi terselenggara. Arus ekonomi tentu bangkit,” lanjutnya.

Ia menyarankan, jika memang Pidie tidak bisa menyelenggarakan seluruh cabang olahraga di daerahnya, alangkah baiknya jika diarahkan ke daerah lain.

“Misal Pidie menyelenggarakan 8 cabang, dan cabang lainnya diselenggarakan ke daerah lain. Karena kalau ditunda, efeknya sangat besar,” jelasnya.

Selain itu, atlet setiap cabor juga sudah berlatih jauh hari untuk mengikuti pentas olahraga tertinggi di Aceh itu. Jika ditunda menurut Koni Aceh Tengah, hal itu tentu akan membuat setiap atlet akan kecewa.

“Tidak ada kata tunda, kalau memang Pidie nggak siap dipindahkan ke daerah lain. Nama tetap PORA Pidie. Kita ingin PORA XIV ini tetap berjalan meski harus dipindahkan ke daerah lain,” tutupnya. (DDG/Wyra)