Home Kesehatan KPIA Minta Lembaga Penyiaran Proaktif Cegah Pandemi

KPIA Minta Lembaga Penyiaran Proaktif Cegah Pandemi

70
Mila menjadi host talkshow tema-tema Protkes cegah pandemi Covid-19 di Radio Antero FM 102 salah satu stasiun radio terkemuka di Aceh.Foto Tanohgayo/Agus RB

Banda Aceh, Tanohgayo – Wakil Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Aceh (KPIA) Abdul Rahman memuji inisiasi dan kolaborasi pemilik media, Satgas lokal dan lembaga terkait dalam mencegah penyebaran Covid-19 di provinsi Aceh.

“KPIA melakukan imbauan kepada pemilik media penyiaran, radio dan televisi dan di lapangan mereka kompak ikut memutarkan Iklan Layanan Masyarakat (ILM), talkshow radio dan TV “, tegas Abdul Rahman baru-baru ini di Banda Aceh.

Cukup produktif , tambah Rahman, radio dan televisi lokal membuat sendiri produksi ILM dan menyiarkan terus menerus, ditayangkan atas kebijakan manajemen dan berkelanjutan.

“Kan, semua iklan layanan masyarakan (ILM) memuat pesan-pesan atau tayangan yang dilakukan berulang ulang, ini cukup efektif baik di radio dan televisi.” Imbuh Abdul Rahman.

Wakil Ketua KPIA Abdul Rahman berharap lembaga penyiaran di Aceh bisa jadi model nasional mencegah meluasnya pandemi dan proaktif menayangkan pesan-pesan penerapan protokol kesehatan.

Namun, Akademisi Universitas Syiah Kuala Iskandar Madjid mengatakan, bahwa kolaborasi media cegah pandemi perlu lebih ditingkatkan.

“Ini baik , tolong dipertahankan namun tetap perlu ada peningkatan yang lebih berarti,” tegas Iskandar.

Menurut Iskandar Madjid, kolaborasi kampanye penerapan protokol kesehatan sebaiknya juga dilakukan meluas oleh pemerintah kota dan kabupaten di Aceh.

“Disamping sisi kesehatan dan ekonomi, pendekatan sosial budaya kearifan lokal harus dilakukan di Aceh ini, social culture – komunikasi ini yang kurang dilakukan, semua , media mesti lebih berperan, ” ajak Iskandar.

Analis media mengatakan, Peran media masa pandemi, terutama lembaga penyiaran lokal, radio dan televisi dalam upaya sosialisasi mencegah meluasnya pandemi dan peningkatan kesadaran publik terhadap penerapan protokol kesehatan (Protkes) menjadi salah satu prioritas di Aceh.

Sedikitnya 100 lembaga penyiaran komunitas dan swasta produktif terdapat di provinsi Aceh, terutama radio dan televisi lokal.

Lembaga-lembaga penyiaran itu melayani lebih 3 juta populasi di 22 kabupaten kota di provinsi yang kaya sumder daya alam itu.

Sektor Perikanan, pertanian , perkebunan kopi rakyat dan pariwisata ekologi menjadi tumpuan ekonomi berbasis konservasi bagi lebih 3 juta warga Aceh, provinsi paling ujung pulau Sumatera itu. (Agus Rahmad B)