Dailami: Pembangunan Galian Parit dan Fencing Elektrik Upaya menanggulagi Konflik Gajah

413

Redelong, tanohgayo.com– Plt Bupati Dailami menjelaskan penanggulangan konflik antara manusia dan Gajah di Kabupaten Bener Meriah. “Beberapa Upaya kita lakukan untuk menanggulangi konflik gajah dan manusia di Kabupaten Bener Meriah, diantaranya pembangunan Barrier berupa Galian Parit dan Fencing Elektrik atau Kawat kejut. namun, menurut pengamatan kami dilapangan, lebih efektif pembatas kawat kejut untuk mencegah gajah memasuki pemukiman masyarakat”, jelas Dailami mengulas materi di hadapan Forkopimda Provinsi Aceh.

Hal tersebut dipaparkan dalam Rapat Koordinasi Tim Penanggulangan Konflik antara Manusia dan Satwa liar Provinsi Aceh, bertempat di Banda Aceh (02/11/2021).

“Saat ini kita harus lebih fokus terhadap pencegahan dari pada penanggulangan, karena faktanya, gajah itu tidak akan mengganggu manusia apabila kita tidak merusak habitatnya, jadi dalam kesempatan ini kami ingin ada sanksi tegas bagi perambah hutan yang saat ini terus mengancam dan merusak tatanan alam,” pinta Dailami.

Dailami juga menjelaskan perlu langkah komprehensif untuk menangani gajah. Upaya yang dilakukan Pemerintah Daerah terbatas, karena menurut Undang-Undang 23 tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah, bahwa kewenangan Penanganan satwa liar adalah kewenangan Pemerintah Pusat, sehingga butuh dukungan dari Kementerian Lingkungan Hidup dalam implementasinya. (SP/Ag)