Momentum Pendidikan Aceh Bangkit Masa Pandemi

194
Giatkan disiplin Prokes di sekolah, siswa dicek suhu tubuh sebelum KBM oleh guru SDN 1 Cot Girek Aceh Utara/Ist

Banda Aceh, Tanohgayo.com – Pemerintah diminta jangan krisis ide selama pandemi, perlu lebih membuka diri guna lebih meningkatkan kualitas pendidikan Aceh masa pandemi.

Hal tersebut disampaikan Direktur Pusat Pengembangan Masyarakat dan Pendidikan, (Center for Community Development and Education-CCDE) CCDE Aceh Tabrani Yunis di Banda Aceh, Selasa(29/12).

“Cetakbiru pendidikan Aceh mestinya ada ya, anggaran pendidikan Aceh yang cukup besar harapannya dipergunakan untuk lebih meningkatkan kualitas pendidikan dimana pun, sampai pelosok yang jauh, pendidikan itu investasi. Program pendidikan Kabupaten/ kota , kepemimpinan provinsi harus mencerminkan semangat itu,”ucap Tabrani.

Sekolah tatap muka

Ia mendesak otoritas Aceh jangan diselimuti ketakutan karena pandemi.

“Jangan sampai sekolah ditutup terus sehingga pendidikan makin terpuruk, sekolah ditutup tapi tempat-tempat lain di buka sami mawon, pendidikan jangan terlau lama dihentikan, pendidikan merupakan kebutuhan mendasar semua orang, harus jalan dengan prokes dan protokol pendidikan, bangun kesadaran sepenuhya di masayarakat,”tambah Tabrani.

Menurutnya, Perlu ada kesiapan, selaraskan dengan yang ditetapkan nasional, di pemerintahan pusat ada reshuffle (kabinet) harusnya diikuti pula di provinsi, kabupaten dan kota, terutama menghadapi tantangan tatakelola pendidikan era pandemi, selaras dengan pembenahan .

“Jangan sampai ada kesan selama ini di publik bahwa soal pandemi Covid-19 sudah selesai, padahal di banyak wilayah lain diluar Aceh, ada banyak peningkatan kasus, termasuk siswa dan guru ang terpapar Corona,”ungkap Tabrani.

BLT Honorer

Tabrani mengatakan, dukungan dan bantuan pemerintah untuk guru honorer dinilai efektif masa pandemi, membantu guru honorer, apalagi perhatian kepada honorer yang selama ini cukup minim.

“dimasa depan keberadaan mereka jadi perhatian, bukan hanya sekedar memberi honor namun pelatihan dan penguatan dan pembinan guru honorer perlu lebih ditingkatkan , sehingga rekan rekan ini cukup prima berkontribusi untuk pendidikan,”pungkas Tabrani optimistis.

Ia menambahkan, wajah pendidikan Aceh 2021 jangan masih begitu-begitu saja, tanpa pembenahan menyeluruh, apalagi jika kesadaran publik orientasi dan prestasi pendidikan masih berbasis nilai. Harusnya pendidikan itu difokuskkan soal pengetahuan, perubahan prilaku dan ketrampilan untuk anak.

“Kalau yang dikejar hanya nilai, tantangan pendidikan Aceh masih cukup sulit bersaing di masa depan,” kata Tabrani.

CCDE rekomendasikan beberapa hal terkait pendidikan Aceh, beberapa di antaranya membangun kemampuan literasi, bangun kemampuan membaca anak, dengan itu orang-orang Aceh hebat terwujud dan lebih mampu bersaing.

#PakaiMasker #JagaJarak #CuciTanganPakaiSabun adalah perilaku kunci minimalkan risiko tertular COVID-19. Disiplinkan diri, ingatkan orang lain. covid19.go.id